Beberapa Yang Terlupa (Tentang “Rasa” Menurut Islam bag:2)

Akhirnya setelah beberapa lama “mandek” karena malas, sekarang lunas juga hutang tulisan saya kepada pembaca

Di posting sebelumnya saya bercerita tentang :
-bagaimana bila seorang wanita jatuh cinta? Wajarkah wanita itu menyatakan rasa itu terlebih dahulu kepada laki-laki. Baca lebih lengkap

Dan kali ini saya ingin menyampaikan pendapat saya tentang, bagaimana sebaiknya kita, bila kita melamar seseorang tetapi ditolak.

Tulisan ini juga terinspirasi dari buku Martin Lings (Abu Bakr Siraj Al-Dins) “Muhammad, Kisah hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik”.

Waktu itu Nabi berusia 20 tahun. Nabi sering sekali membawakan barang dagangan milik para pedangan yang tidak mampu berdagang sendiri. Karena Muhammad dapat dipercaya dan sering menghasilkan untung yang besar untuk para saudagar. Nama Muhammad menjadi terkenal diantara para saudagar-saudagar kaya waktu itu. Kesuksesan yang datang pada usia itu menjadikannya memperoleh penghasilan yang lebih baik, dan pernikahan menjadi suatu yang mungkin dilakukan.

Pada usia itu Muhammad sudah mengalami jatuh cinta, ya pada seorang wanita. Wanita yang beruntung itu Putri pamannya sendiri Abu Thalib, namanya Fakhitah, orang biasa mengenalnya dengan nama Ummi Hani’. Rasa cinta itu tumbuh diantara Muhammad dan Ummi Hani’. Muhammad memohon kepada pamannya agar diizinkan menikahi putrinya itu. Namun, Abu Thalib memiliki rencana lain. Hubayrah, putra saudara ibu dari Abu Thalib juga melamar Ummi Hani’. Kepada Hubayrahlah Abu Thalib menikahkan putrinya, Ummi Hani’. Dengan alasan mendekatkan kekerabatan yang hampir jauh, dan membalas budi baik dari Keluarga Hubayrah.

Jawaban itu sebenarnya tidak memuaskan. Namun Muhammad menerima pernyataan pamannya tersebut dengan sopan, dan lapang dada. Beliau mengintropeksi dirinya, Beliau sadar bahwa dirinya memang belum siap untuk menikah. Akhirnya ia mengubur dalam-dalam rasa cinta yang pernah ada itu, memendamnya diatas semua kesibukannya. Menyibukan diri, menyibukan diri dan menyibukan diri terus. Hingga Takdir cintanya datang. Takdir cinta yang dibawa Khadijah binti Khuwaylid. Seorang istri yang sangat setia mendamping Beliau, dalam susah, dalam senang, dalam setiap langkahnya berdakwah. Istri kaya yang siap mengorbankan semua hartanya di jalan Allah.

Dari cerita tentang Kisah Nabi Muhammad SAW diatas, saya pribadi mengambil beberapa kesimpulan yang dapat diambil hikmahnya bila kita melamar kemudian ditolak.

– Jatuh cinta adalah hak pribadi masing-masing. Alangkah baiknya bila kita sudah merasakan jatuh cinta untuk disegerakan menikah, agar tidak terjerumus pada dosa yang tak terlihat dan tidak kita sadari, dosa yang bersembunyi di balik nama Cinta.

– Bila kita belum siap untuk menikah, alangkah baiknya menyibukan diri. Agar tidak memikirkan orang yang tidak seharusnya kita pikirkan.

– Tetap berlaku sopan, lapang dada, dan ikhlas bila memang dia yang kita cintai bukanlah jodoh kita. Habiskan waktumu untuk hal, hal yang berguna, intropeksi dan memperbaiki diri.

– Point terakhir adalah percaya bahwa Tuhan akan menganti dengan yang lebih baik, bila kita bisa memperbaiki diri maka orang-orang yang baiklah yang akan mendekat kepada kita.

Tuhan sudah berjanji dalam firmanNya:
“Wanita-wanita yg keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan Laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yg keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” An-Nur ayat 26.

Mungkin cerita diatas dapat menjadi cermin untuk kita. Sesungguhnya Muhammad SAW sudah lebih cukup untuk kita sebagai Uswatun Khasanah. Bukan artis-artis yang tampil di Televisi rumah kita.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s