Beberapa Yang Terlupa (Tentang “Rasa” Menurut Islam bag:1)

Sebelumnya saya minta maaf bila terjadi kesalahan dalam tulisan saya ini. Saya memberanikan diri membawa nama islam dalam tulisan ini. Alasannya karena tulisan ini terinpirasi dari kisah Rosulullah Muhammad SAW. Silahkan komentar untuk mengkritik atau mengevaluasi tulisan ini.

Melihat anak-anak muda saat ini, menanggapi persoalan rasa pada diri mereka. Ada beberapa hal yang terlupa oleh kita. Diantaranya adalah:

-Tentang bagaimana bila seorang wanita jatuh cinta? Wajarkah wanita itu menyatakan rasa itu terlebih dahulu kepada laki-laki?
-Bagaimana baiknya sikap kita bila kita sebagai laki-laki ketika melamar wanita, tetapi ditolak atau sebaliknya.

Dalam tulisan pertama ini saya akan bahas poin pertama.

Rasa cinta itu dapat tumbuh dalam diri siapa saja, baik pria maupun wanita. Masalahnya, banyak wanita yang saat ini merasa tabu mengatakan ketertarikannya kepada Pria. Dengan pelbagai alasan, entah itu gengsi, menyalahi kodrat, atau tidak sopan (takut mendapat sebutan cewek tidak baik). Melihat masalah ini kita dapat merujuk pada kisah Nabi SAW. Beliau saat itu terkenal sebagai pemuda yang jujur dalam berdagang, hingga mendapat julukan “Al-amin”. Selain jujur beliau juga termasuk pria yang gagah dan tampan. waktu itu beliau berumur 25 tahun. Muhammad Al Amin menjadi pusat perhatian para pedangan, termasuk saudagar wanita kaya raya, Khadijah. Khadijah meminta Muhammad Al Amin untuk menjualkan barang dangannnya ke Syria dengan ditemani Maysaroh, budak dari Khadijah. Singkat cerita, Muhammad Al Amin kembali dengan hasil dagang yang sangat baik. Setelah kembali Khadijah meminta Muhammad bercerita, bagaimana caranya mendapat untung yang melimpah?. Mendengar cara berdangan Muhammad, Wanita itu terkesima. Terpesona dengan prinsip hidup dan akhlak Muhammad. Muhammad pun pulang kerumah dengan membawa upah dari hasil berdagang.

Tidak serta merta percaya dengan Muhammad. Sepulangnya Muhammad, Khadijah menanyakan akan hal yang sama pada Maysaroh. Maysaroh pun berkata bahwa apa yang dikatakan pemuda itu semua adalah benar. Setelah Maysaroh bercerita, Khadijah mengatakan Rasa yang muncul dalam hatinya terhadap Muhammad kepada Maysaroh. Khadijah meminta Maysaroh menawarkan dirinya untuk DINIKAHI Muhammad. Maysaroh pun menyampaikan tawaran itu kepada Muhammad. Muhammad menyetujuinnya. Dan tidak lama setelah itu, mereka melangsungkan pernikahan.(SUMBER: “MUHAMMAD – kisah hidup nabi berdasar sumber klasik”)

Kesimpulan yang bisa diambil.

1. Khadijah adalah wanita kaya dan terhormat saat itu, penawaran dirinya untuk dinikahi tidaklah menjadikannya hina, cela dan murahan. Ok, tolong di garis bawahi kata. “DINIKAHI”. Bukan untuk dipacari, atau sejenisnya. Ingat Allah melaknat hambanya yang mendekati zina, dan pacaran adalah mendekati zina.

2. Khadijah juga menyuruh orang lain, untuk menyampaikan penawaran itu. Mungkin ini semacam tata krama wanita arab sehingga dia tetap dimuliakan.

3. Bila kedua belah pihak sudah saling setuju, maka segerakanlah pernikahan.

Demikan, satu dari beberapa hal yang terlupakan oleh kita. Untuk poin berikutnya saya akan lanjutkan esok hari. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s