Iman bukan batasan berteman

Masih teringat jelas liburan di bandung pekan lalu. Pengalaman seru bareng Rudi, Ebon, Widya dan david. Jalan-jalan keliling bandung, belanja sana-sini, maen ke Trans Studio Bandung, dll. Itu pengalaman saya pertama ke Bandung bisa jadi pengalaman yang tdk akan terlupakan.

Suatu saat saya ingin kesana lagi, tentunya dengan suasana yang berbeda. Karena ketika jalan-jalan kemarin bertepatan dengan bulan puasa, sehingga saya harus menikmati liburan dengan perut lapar. Meski teman-teman saya ini non-muslim, mereka tetap menghargai saya saat berpuasa. Bahkan mereka rela menunggu saya sholat jum’at dahulu. Mereka juga bertanya kepada saya tentang beberapa hukum yang berlaku dalam islam. Mereka dapat menerima mengapa ada yang halal dan haram. Mereka juga yakin Allah itu tuhan kita. Hanya sedikit perbedaan dalam ajarannya.

Kadang saya berfikir, andai semua umat bisa saling bertoleransi seperti mereka, mungkin tidak akan ada pertikaian antar umat beragama. Saya bangga punya kawan seperti mereka.

Terimakasih sangat untuk ebon, rudy, widya dan david. Iman bukanlah tembok yang harus membatasi kita untuk memandangi dan mempelajari kehidupan kita satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s