Twitter tempat sampah?

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar kawan saya mengtakan “saya lebih suka berkicau di Twitter dari pada berstatment di Facebook, karena di twitter kita bisa nyampah.”
Gak lama kemudian teman saya yang lain juga meng”iya”kan statment itu.
Spontan statmentnya menarik perhatian saya. Dan membuat hati saya bertanya.

“Nyampah kok di jejaring sosial?”

“Kenapa sih kok nyampah di twitter?

“Apa yang kalian share di twitter itu semua sampah?”

Kawan saya yang buat statment tadi berkomentar.

“Gw angep tweet gw sampah karena, kebanyakan follower gw gak bakal sempet liat tweet gw kalo gak di mation langsung, bahkan mungkin kalo mereka sempat lihat mereka tak akan menanggapinya”

Alasan yang masuk akal sih, tapi saya masih tidak bisa menerima kalo twitter dianggap “tempat sampah”. Karena saya sendiri banyak belajar lewat twitter, lumayan bisa banyak belajar gratis via twitter melalui kultwit dan hastag yang ada.

Mungkin sebagian dari kita tidak tau kalo sampah di twitter bisa menghancurkan kekuasaan Khadafi, mungkin mereka juga gak tau, kalo Prita bisa tertolong jg batuan twitter.
Dan masih banyak fenomena lain yang timbul dari twitter. Apa anda masih menganggap tweet anda sampah?

Terkadang memang suatu saat kita harus belajar dari kata-kata orang lain. mungkin kata-kata orang lain akan mampu mengubah diri kita saat diri kita sendiri tidak sanggup merubahnya. Belajarlah menghargai, bila ingin di hargai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s