Awal Pelajaran

Awal pelajaranAWAL PELAJARAN

Gak tau kenapa saya mulai tertarik di dunia tulis menulis. Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis, tapi mungkin karena tidak punya ilmu yang memadai tentang tulisan membuat nyali saya menciut saat mencoba mengawali tulisan saya. Tapi itu dulu. Kemarin di akademi berbagi membahas sebuah tema tentang bagai mana menulis itu. Pembicaranya saya sendir kurang paham siapa dia? Akan tetapi kawan-kawan dari akademi berbagi bilang klo dia sering dan banyak menulis untuk media media besar di Indonesia. Kawan-kawan dari akber memanggilnya dengan Zein. Orangnya masih muda, klo boleh saya tebak umurnya sekitar 30 tahunan, tapi penampilannya seperti sebaya dengan saya. Mungkin arena selalu mengekpresikan emosinya dengan tulisan-tulisannya sehingga dia awet muda.

Di akber sore itu zein berbagi tips kepada kami, mulai bagaimana mengawali sebuah tulisan, karena dalam menulis yang paling susah itu adalah mengawalinya. Saya pun sudah membuktikannya, memang susah ternyata meluangkan pikiran dalam sebuat tulisan. Sepanjang  pelajaran sore itu saya perhatikan zein, tidak seperti pengajar-pengajar lainnya yang menggunakan slide demi slide agar para peserta mengarti. Zein berbicara tentang apa masalah yang dihadapi oleh para penulis, para peserta di suruh bertanya dan zien akan mencoba menjawabnya, mungkin itu sifat seorang seniman “gak bisa teratur dan gak disiplin” he…he…he… grutuku dalam hati. Walaupun demikian zein tetep berusahan berbagi ilmu dengan semua peserta. Zein mengajarkan para peserta untuk selalu menjaga intensitas penulisannya dengan tujuan agar ide dan imajinasi di kepala tetap berkembang, dia menyarankan bahwa tulisan tidak harus selesai saat itu juga. Mungkin suatu saat ide yang hebat kan muncul di saat emosi kita berbeda di hari yang berbeda juga. Zein juga menyarankan setiap peserta untuk memperbanyak membaca dengan tujuan untuk memperbanyak kosakata yang kita pelajari. Benar juga sih, saya selalu menggunakan kata galau untuk mendiskripsikan suasana hati saya, karena kata itu yang sering saya temui di timeline Twiter saya padahal masih banyak kata yang tepat untuk mewakili perasaan hati saya saat itu. Zien juga mengajarkan para peserta  untuk lebih sensitive terhadap lingkungan sekitar, agar kita dapat mengembangkan semua stimulus yang di tangkap pancaindra kita dan mengubahnya jadi ide-ide dahsyat. Dan dia juga mengajarkan kami untuk selalu berusaha mendiskripsikan semua  hal di sekitar kita.

Memang saat berbagi ilmu hari itu zein agak gugup, mungkin karena dia terbiasa mengungkapkan sesuatu dengan tulisan, tetapi saat ini dia di tuntut untuk berbicara. Itu tanda keadilan Allah, seseorang pasti memiliki kelebihan di bidang yang dia miliki dan belum tentu dia memiliki kelebihan seperti yang kita miliki. Thanks buat Zein udah berbagi ilmu, thanks juga buat Akademi berbagi. Mudah-mudahan pelajaran ini awal yang baik untuk saya, setidaknya saya bisa berkomunikasi dengan orang lain lewat tulisan-tulisan saya nantinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s