Beberapa Manfaat “Blak-blakan”


Blak-blakan menurut istilah maksudnya adalah buka-bukaan, Terbuka dalam dalam segi pembicaraan. Atau bisa juga di bilang terus terang.
Meski terdengar mudah di lakukan. Nyatanya semua orang bisa blak-blakan. Beberapa alasannya diantaranya adalah Privasi, jaga perasaan orang, atau menyembunyikan rahasia.

Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya blak-blakan malah akan menimbulkan Manfaat positif. Saya teringat teguran teman saya waktu bertamu kejogja, obrolan kami menjadi panas karena diksi(pilihan kata) yang saya gunakan terlalu jelas, terang-terangan kepada satu masalah yang tidak ingin dia bahas. Dia memberikan saran kepada saya, untuk lebih pandai memilih kata, cukup membuat sindiran-sindiran saja. Agar lawan bicara lebih terjaga perasaannya.

Mungkin ini alasan saya mengapa saya lebih suka blak-blakan.

1. Orang tidak akan salah persepsi dengan pernyataan-pernyatan yang kita lontarkan. Meskipun akan terjadi kesalahan persepsi, itu hanya kecil resikonya. Karena saat orang yang tidak suka dengan pernyataan kita pasti akan langsung intrupsi pernyataan kita. Dan menanyai maksud yang kita utarakan. Saat intrupsi itulah, kita memiliki kesempatan untuk menjelaskan apa yang kita maksud, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Point ini lah yang perlu diperhatikan. Bila anda tidak ingin orang menebak-nebak tentang diri pribadi anda bicaralah blak-blakan. Oklah klo tebakan orang kepada diri anda positif. Tapi klo tebakan tentang diri anda negatif, anda siap menerimanya?

2. Saya percaya menyinggung bisa jadi lebih menyakitkan dari pada berbicara terus terang. Untuk point ini pendapat saya pribadi. Biasanya orang yang disinggung (apalagi untuk hal-hal negatif) akan lebih terasa menyakitkan dari pada berbicara langsung kepadanya.

3. Pernah dengar perkataan orang bijak yang bunyinya “lebih baik berkata sejujurnya meskipun sumbang dengar, dari pada berkata bohong tapi merdu didengar”. Karena sesungguhnya mendengar pernyataan yang sejujurnya dari orang lain, akan lebih menyakitkan. Menurt saya poin ini adalah alasan tepat untuk bicara blak-blakan.

Tapi terserah, semua orang punya prinsip berbeda. Ada baiknya klo kita bisa mengatur ritme, kapan harus blak-blakan, kapan kita cukup dengan sindiran. “Salam Backpacker”

Beberapa Yang Terlupa (Tentang “Rasa” Menurut Islam bag:2)

Akhirnya setelah beberapa lama “mandek” karena malas, sekarang lunas juga hutang tulisan saya kepada pembaca

Di posting sebelumnya saya bercerita tentang :
-bagaimana bila seorang wanita jatuh cinta? Wajarkah wanita itu menyatakan rasa itu terlebih dahulu kepada laki-laki. Baca lebih lengkap

Dan kali ini saya ingin menyampaikan pendapat saya tentang, bagaimana sebaiknya kita, bila kita melamar seseorang tetapi ditolak.

Tulisan ini juga terinspirasi dari buku Martin Lings (Abu Bakr Siraj Al-Dins) “Muhammad, Kisah hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik”.

Waktu itu Nabi berusia 20 tahun. Nabi sering sekali membawakan barang dagangan milik para pedangan yang tidak mampu berdagang sendiri. Karena Muhammad dapat dipercaya dan sering menghasilkan untung yang besar untuk para saudagar. Nama Muhammad menjadi terkenal diantara para saudagar-saudagar kaya waktu itu. Kesuksesan yang datang pada usia itu menjadikannya memperoleh penghasilan yang lebih baik, dan pernikahan menjadi suatu yang mungkin dilakukan.

Pada usia itu Muhammad sudah mengalami jatuh cinta, ya pada seorang wanita. Wanita yang beruntung itu Putri pamannya sendiri Abu Thalib, namanya Fakhitah, orang biasa mengenalnya dengan nama Ummi Hani’. Rasa cinta itu tumbuh diantara Muhammad dan Ummi Hani’. Muhammad memohon kepada pamannya agar diizinkan menikahi putrinya itu. Namun, Abu Thalib memiliki rencana lain. Hubayrah, putra saudara ibu dari Abu Thalib juga melamar Ummi Hani’. Kepada Hubayrahlah Abu Thalib menikahkan putrinya, Ummi Hani’. Dengan alasan mendekatkan kekerabatan yang hampir jauh, dan membalas budi baik dari Keluarga Hubayrah.

Jawaban itu sebenarnya tidak memuaskan. Namun Muhammad menerima pernyataan pamannya tersebut dengan sopan, dan lapang dada. Beliau mengintropeksi dirinya, Beliau sadar bahwa dirinya memang belum siap untuk menikah. Akhirnya ia mengubur dalam-dalam rasa cinta yang pernah ada itu, memendamnya diatas semua kesibukannya. Menyibukan diri, menyibukan diri dan menyibukan diri terus. Hingga Takdir cintanya datang. Takdir cinta yang dibawa Khadijah binti Khuwaylid. Seorang istri yang sangat setia mendamping Beliau, dalam susah, dalam senang, dalam setiap langkahnya berdakwah. Istri kaya yang siap mengorbankan semua hartanya di jalan Allah.

Dari cerita tentang Kisah Nabi Muhammad SAW diatas, saya pribadi mengambil beberapa kesimpulan yang dapat diambil hikmahnya bila kita melamar kemudian ditolak.

- Jatuh cinta adalah hak pribadi masing-masing. Alangkah baiknya bila kita sudah merasakan jatuh cinta untuk disegerakan menikah, agar tidak terjerumus pada dosa yang tak terlihat dan tidak kita sadari, dosa yang bersembunyi di balik nama Cinta.

- Bila kita belum siap untuk menikah, alangkah baiknya menyibukan diri. Agar tidak memikirkan orang yang tidak seharusnya kita pikirkan.

- Tetap berlaku sopan, lapang dada, dan ikhlas bila memang dia yang kita cintai bukanlah jodoh kita. Habiskan waktumu untuk hal, hal yang berguna, intropeksi dan memperbaiki diri.

- Point terakhir adalah percaya bahwa Tuhan akan menganti dengan yang lebih baik, bila kita bisa memperbaiki diri maka orang-orang yang baiklah yang akan mendekat kepada kita.

Tuhan sudah berjanji dalam firmanNya:
“Wanita-wanita yg keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan Laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yg keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” An-Nur ayat 26.

Mungkin cerita diatas dapat menjadi cermin untuk kita. Sesungguhnya Muhammad SAW sudah lebih cukup untuk kita sebagai Uswatun Khasanah. Bukan artis-artis yang tampil di Televisi rumah kita.

Salam.

Beberapa Yang Terlupa (Tentang “Rasa” Menurut Islam bag:1)

Sebelumnya saya minta maaf bila terjadi kesalahan dalam tulisan saya ini. Saya memberanikan diri membawa nama islam dalam tulisan ini. Alasannya karena tulisan ini terinpirasi dari kisah Rosulullah Muhammad SAW. Silahkan komentar untuk mengkritik atau mengevaluasi tulisan ini.

Melihat anak-anak muda saat ini, menanggapi persoalan rasa pada diri mereka. Ada beberapa hal yang terlupa oleh kita. Diantaranya adalah:

-Tentang bagaimana bila seorang wanita jatuh cinta? Wajarkah wanita itu menyatakan rasa itu terlebih dahulu kepada laki-laki?
-Bagaimana baiknya sikap kita bila kita sebagai laki-laki ketika melamar wanita, tetapi ditolak atau sebaliknya.

Dalam tulisan pertama ini saya akan bahas poin pertama.

Rasa cinta itu dapat tumbuh dalam diri siapa saja, baik pria maupun wanita. Masalahnya, banyak wanita yang saat ini merasa tabu mengatakan ketertarikannya kepada Pria. Dengan pelbagai alasan, entah itu gengsi, menyalahi kodrat, atau tidak sopan (takut mendapat sebutan cewek tidak baik). Melihat masalah ini kita dapat merujuk pada kisah Nabi SAW. Beliau saat itu terkenal sebagai pemuda yang jujur dalam berdagang, hingga mendapat julukan “Al-amin”. Selain jujur beliau juga termasuk pria yang gagah dan tampan. waktu itu beliau berumur 25 tahun. Muhammad Al Amin menjadi pusat perhatian para pedangan, termasuk saudagar wanita kaya raya, Khadijah. Khadijah meminta Muhammad Al Amin untuk menjualkan barang dangannnya ke Syria dengan ditemani Maysaroh, budak dari Khadijah. Singkat cerita, Muhammad Al Amin kembali dengan hasil dagang yang sangat baik. Setelah kembali Khadijah meminta Muhammad bercerita, bagaimana caranya mendapat untung yang melimpah?. Mendengar cara berdangan Muhammad, Wanita itu terkesima. Terpesona dengan prinsip hidup dan akhlak Muhammad. Muhammad pun pulang kerumah dengan membawa upah dari hasil berdagang.

Tidak serta merta percaya dengan Muhammad. Sepulangnya Muhammad, Khadijah menanyakan akan hal yang sama pada Maysaroh. Maysaroh pun berkata bahwa apa yang dikatakan pemuda itu semua adalah benar. Setelah Maysaroh bercerita, Khadijah mengatakan Rasa yang muncul dalam hatinya terhadap Muhammad kepada Maysaroh. Khadijah meminta Maysaroh menawarkan dirinya untuk DINIKAHI Muhammad. Maysaroh pun menyampaikan tawaran itu kepada Muhammad. Muhammad menyetujuinnya. Dan tidak lama setelah itu, mereka melangsungkan pernikahan.(SUMBER: “MUHAMMAD – kisah hidup nabi berdasar sumber klasik”)

Kesimpulan yang bisa diambil.

1. Khadijah adalah wanita kaya dan terhormat saat itu, penawaran dirinya untuk dinikahi tidaklah menjadikannya hina, cela dan murahan. Ok, tolong di garis bawahi kata. “DINIKAHI”. Bukan untuk dipacari, atau sejenisnya. Ingat Allah melaknat hambanya yang mendekati zina, dan pacaran adalah mendekati zina.

2. Khadijah juga menyuruh orang lain, untuk menyampaikan penawaran itu. Mungkin ini semacam tata krama wanita arab sehingga dia tetap dimuliakan.

3. Bila kedua belah pihak sudah saling setuju, maka segerakanlah pernikahan.

Demikan, satu dari beberapa hal yang terlupakan oleh kita. Untuk poin berikutnya saya akan lanjutkan esok hari. Terima kasih.

Obat mujarab mengatasi kecewa. (Tulisan untuk Newton)

Semua manusia pasti pernah mengalami rasa kecewa. Apapun sebabnya, rasa ini sungguh sangat menyakitkan. Tapi seperti rasa sakit yang lain, kecewa juga ada obatnya. Kita tidak perlu berobat jauh-jauh ke Singapura atau ke Jerman. Obat sakit hati ini juga tidak mahal, tidak lebih mahal dari parfum yang kita gunakan.

Pernah dengar hukum Newton III ?
Kalau lupa mari kita ingat-ingat kembali. Karena bisa dibilang bahwa Isaac Newton lah penemu obat rasa kecewa ini.

“Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. “

Hukum newton III lebih dikenal dengan hukum “AKSI=REAKSI”

Isaac Newton adalah fisikawan yang lahir pada tanggal 4 Januari 1643. Dia adalah ilmuan jeli. Bagaimana tidak? Ketika saat itu orang-orang di sekitarnya tidak mempercayai hal gaib, dia malah befikir gaib itu ada. Dia percaya hal gaib mempengaruhi pergerakan sebuah benda. Dia menamakan hal gaib itu dengan sebutan Gravitasi.

Ok, itu tadi sekilas tentang Newton. Sekarang kita kembali ketemuannya. Hukum Newton III “Aksi=Reaksi”

Segala macam aksi yang di berikan kepada sebuah benda akan menimbulkan reaksi pada benda tersebut. Teori ini bukan hanya sekedar teori belaka, teori ini sudah menjadi sebuah hukum alam dan juga teori dasar obat rasa kecewa.

Apa hubungannya teori ini dengan obat kecewa?

Kecewa adalah sebuah rasa (reaksi) yang muncul pada diri kita dikarenakan aksi dari orang lain. Ingat teori “aksi=reaksi”. Bila kita kaji kembali dan lihat dari sudut pandang orang lain aksi orang lain kepada kita adalah bentuk reaksi dia kepada kita.

“Setiap orang selalu punya alasan untuk melakukan suatu hal, termasuk berbuat sesuatu hal kepada kita”. Kalimat itu nasihat yang di sampaikan ibu saya sejak kecil.

Jadi, obat kecewa adalah SADAR DIRI dan INTROPEKSI diri pribadi, mengapa orang lain mengecewakan kita. Tidak mungkin orang mengecewakan kita tanpa alasan. Bila kita yakin akan hal tersebut, kita tidak akan mengecewakan orang lain, dan orang lain tidak akan mengecewakan kita. Memang obat rasa kecewa ini tidak mudah, tapi obat ini tidak lebih mahal dari harga kaos yang kita pakai. Mengapa tidak kita coba.

Biar bagaimanapun, kita manusia tidak akan luput dari salah dan lupa. Bila sudah terlanjur mengecewakan orang, alangkah baiknya segera menyadari, minta maaf, dan menebus kekecewaan yang dirasakan orang dengan tindakan yang lebih baik.

Tulisan ini saya buat untuk mengenang Isaac Newton. Selamat milad Newton.

Tipe promosi penjualan untuk Konsumen

Menarik perhatian calon konsumen, membuat para konsumen merasa puas dan melakukan transaksi lagi adalah hal yang diinginkan oleh setiap produsen atau sales. Berbagai cara dilakukan, termasuk diantaranya adalah promosi. Ada 4 bauran Promosi (Promotion Mix) biasa diingat dengan istilah 4Pnya Promosi

1. Periklanan (advertising)
2. Publikasi
3. Promosi penjualan (sales promotion)
4. Personal selling (penjualan secara pribadi)

Kali ini saya ingin berbagi upaya peningkatkan penjualan dengan Promosi Penjualan (sales promotion). Karena promosi penjualan dapat dipraktekan untuk produsen skala micro.

berikut beberapa Tipe Promosi penjualan
1. Price Deal
Reduksi harga secara temporari. Misalnya diskon pada awal tahun.

2. Kupon
Pemberian Kupon potongan harga kepada konsumen untuk pembelian selanjutnya.

3. Refund atau Rebate
Tawaran cash back dengan syarat tertentu atau biasa menggunakan kupon atau garansi.

4. Sampling
Cara berikut dianggap sebagian marketing sangat kuat untuk menarik terjadinya transaksi. Yaitu memberikan kesempatan kepada calon konsumen untuk mencoba produk yang ditawarkan.

5. Contest and sweeptake
Menarik calon konsumen dengan gimmick seperti sebuah kuis atau kontest dengan hadiah produk yang ditawarkan.

6. Specialities
Menghadirkan nama brand pada suatu produk, baik itu produk yang di jual ataupun produk yang di gunakan sebagai hadiah.

Keenam cara itu biasa dicoba oleh produsen berskala micro sekalipun. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah syarat dan ketentuan yang jelas dan tidak membingungkan para konsumen.

Semoga membantu.

“Lebay”? Boleh saja.

(-)………………..netral………………..(+)

Gambar diatas adalah gambar 2 kutub. Kutub positif dan kutub negatif.

Sebelumnya liat dulu beberapa kasus ini.

Kasus 1.
Pernah gak sih kita bertemu teman lama, teman satu sekolahan, entah teman SMP, SMA atau teman Kuliah. Tapi dia tidak mengenali kita. Saya yakin diantara kita pernah mengalaminya.

Kasus 2.
Pernahkah kita berbicara di depan umum, presentasi, atau mengajar. tetapi audien yang kita tuju tidak memperhatikan kita Atau materi yang kita berikan tidak di ingat oleh audien. Pasti salah satu diantara kita pernah mengalaminya.

Kasus 3.
Malam ini tahun baru Masehi dirayakan di seluruh penjuru dunia. Setiap kota berlomba-lomba merayakan. Mereka menawarkan berbagai hiburan, menyuguhkan bermacam-macam kemeriahan.

Ketiga kasus itu mempunyai sebuah kesamaan dalam hal komunikasi.

Dalam ilmu komunikasi ada dua kutub.

1. Kutub negatif sebagai wujud dimana kita menunjukan kekurangan kita untuk menarik perhatian orang lain.

2. Kutub Positif sebagai wujud dimana kita menunjukan kelebihan kita untuk menarik perhatian orang lain.

Kedua kutub ini sangatlah efektif untuk kita gunakan agar kita tetap di ingat oleh teman-teman lama kita (lihat kasus 1), diperhatikan oleh lawan bicara kita (lihat kasus 2) atau keduanya (untuk menarik perhatian orang dan menciptakan momen yang tak terlupakan-kasus 3).

Untuk penerapannya kita coba tengok kembali beberapa hal.

Eisnteins, james watt, ibnu sina, dll. Mereka dikenal dan diingat banyak orang. Karena kelebihan menonjol yang mereka miliki.

Mr. Bean, budi anduk, carlie caplin, tukul arwana mereka komedian. Klo boleh saya mengatakan. Mereka di kenal dan diingat karena kekurangan yang mereka miliki.

Ok, mereka dikenal dan diingat karena mereka memang public figure. Tapi bisa diyakini teori kedua kutub ini juga mempengaruhinya.

Mungkin teori ini dapat menjawab pertanyaan, mengapa belakang muncul orang-orang yang bertingkah belebihan, alay atau lebay. Ya, mereka ingin menarik perhatian, dan tetap dikenang.

Berlebihan tak selamanya buruk, jujur terkadang saya juga berlebih di depan teman-teman saya. Alasan kuat saya memang untuk mengambil perhatian mereka, setidaknya saat belasan tahun kemudian, setelah kita tak bertemu untuk waktu yang lama, dia akan tetap mengingat saya. Meskipun sikap berlebihan saya yang diingat.

Mengapa harus berlebihan? Tidak ada kah cara lain?

Kembali ke teori dua kutub tadi. Klo saya tidak ingin diingat sebagai orang yang berlebihan, saya harus menyederhanakan diri, sehingga mereka akan mengingat saya sebagai teman paling sederhana yang mereka miliki. Tapi sederhana itu bukanlah hal yang mudah.

Ingat juga, berlebihan boleh, selama kita mampu melakukannya, jangan pernah berlebihan diluar kemampuan kita.